jual-beli saham

Jika kamu aktif dalam kegiatan jual beli saham, maka kamu pasti sudah tahu bahwa beberapa waktu lalu sedang ramai dibicarakan tentang IPO dari perusahaan teknologi yang sangat populer di Indonesia yaitu GOTO. Perusahaan gabungan antara Gojek dan Tokopedia ini melakukan IPO pada tanggal 11 April 2022.

Namun, tahukah kamu apa itu Initial Public Offering atau IPO? Mengapa perusahaan-perusahaan besar melakukan hal tersebut? Mari kita simak selengkapnya pada artikel kali ini.

Sebelum mengetahui pengertian dari IPO, ada baiknya kita mengetahui telebih dahulu bahwa ada 2 jenis pasar di pasar modal yaitu pasar primer dan pasar sekunder. Pasar primer atau pasar perdana merupakan tempat penjualan pertama atas surat kepemilikan atau sertifikat kepemilikan yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan sebelum pada akhirnya diperdagangkan di pasar sekunder.

Sedangkan pasar sekunder adalah kelanjutan dari pasar primer yang digunakan untuk memperjual belikan suatu surat berharga yang telah dicatatkan di bursa efek dan diperluas melalui sekuritas.

IPO atau Initial Public Offering merupakan istilah dimana suatu perusahaan menawarkan untuk menjual efek yang diterbiktannya dalam bentuk saham kepada masyarakat di pasar sekunder setelah melalui pasar primer. Setelah IPO, perusahaan yang tadinya bersifat tertutup akan menjadi terbuka (tbk). IPO sering juga disebut dengan istilah Go Public.

Untuk melakukan IPO, ada beberapa syarat yang telah diatur oleh pemerintah melalui keputusan Menteri Keuangan RI nomor 859/KMK.01/1989 tentang emisi efek di bursa dan dalam keputusan BAPEPAM No.011/PM/1987

Tujuan sebuah perusahaan melakukan IPO tidak lain adalah untuk mendapatkan pendanaan yang relatif besar untuk kelanjutan operasional perusahaan atau dapat digunakan sebagai modal jangka panjang. Selain itu, dengan melakukan IPO, perusahaan dapat meningkatkan value dari perusahaan itu sendiri.

Untuk melakukan IPO di Indonesia, biasanya perusahaan perlu membentuk tim internal, menunjuk underwriter dan lembaga serta profesi penunjang pasar modal yang akan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia dan OJK.

Perusahaan wajib mempersiapkan berbagai macam dokumen seperti laporan keuangan beberapa tahun kebelakang, profil perusahaan, rencana perusahaan, dan hal lain yang nantinya akan dijadikan sebuah prospektus yang merupakan gambaran untuk publik tentang bagaimana performa perusahaan yang menawarkan sahamnya tersebut.

Adapun konsekuensi dari IPO sendiri adalah terkurasnya tenaga, waktu dan biaya bagi perusahaan untuk melakukan IPO, karena setidaknya membutuhkan 3 hingga 12 bulan untuk mempersiapkan IPO itu sendiri. Mulai dari pengumuman di media hingga penerbitan prospektus.

Perusahaan terbuka juga memiliki kewajiban untuk memenuhi keterbukaan informasi tentang apapun yang mana informasi tersebut akan dapat diakses oleh masyarakat termasuk kompetitor dari perusahaan itu.

Itu dia pengertian IPO serta tujuannya bagi perusahaan. Sebagai informasi tambahan, GOTO berencana untuk melakukan IPO di luar negeri dan berbicara tentang saham luar negeri, kami ingin memperkenalkan kamu dengan Nanovest.

Investasi Saham Luar Negeri di Nanovest

Nanovest merupakan aplikasi investasi yang memperdagangkan atau menyediakan transaksi jual beli saham luar negeri dan cryptocurrency. Jadi, apabila kamu ingin memiliki saham-saham dari perusahaan top dunia, kamu bisa membelinya di Nanovest dengan sangat mudah. Dan di Nanovest, saham yang kamu beli tercatat atas nama kamu sendiri, bukan atas nama broker.

jual-beli-sahamjual beli saham

Untuk saham luar negeri sendiri, Nanovest sudah bekerjasama dengan broker-broker luar negeri berlisensi yang tergabung dalam FINRA. Jadi sudah bisa dipastikan aman. Selain itu, Nanovest juga memiliki beragam fitur yang sangat membantu untuk invetasimu. Misalnya saja fitur Berita & Tutorial yang menyediakan kabar terbaru terkait perkembangan saham dan investasi. Selain itu ada juga fitur Alert Harga yang akan memberikan notifikasi ketika terjadi perubahan harga pada saham incaranmu.

Semoga artikel kali ini bermanfaat untuk kalian, ya! Dan, jangan lupa segera install Nanovest untuk kebutuhan investasi sahammu!